Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Al Qudwah terus berkomitmen meningkatkan kemampuan literasi siswa. Salah satunya melalui kegiatan *Workshop Literasi bersama Gol A Gong dan Tias Tatanka* yang digelar pada *Kamis, 17 September 2026, bertempat di Aula Granada, Yayasan Islam Qudwatul Ummah Lebak.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 beserta para guru tersebut berlangsung meriah, menarik, dan penuh interaksi. Sekitar 275 siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Workshop dibuka oleh Kepala SDT Al Qudwah, Luky Saputra, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengimbau seluruh siswa agar terus memiliki semangat dan konsisten dalam meningkatkan kemampuan literasi.
“Anak-anak harus terus semangat dan konsisten dalam meningkatkan kemampuan literasinya. Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga bagaimana kita mampu menuangkan gagasan dan menghasilkan karya,” pesannya.
Penguatan literasi juga disampaikan oleh *K.H. Samson Rahman, Direktur Pendidikan Yayasan Islam Qudwatul Ummah sekaligus tokoh literasi Lebak yang dikenal sebagai penerjemah buku *La Tahzan. Ia memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga berani menghasilkan karya.
Menurutnya, jika seseorang ingin meninggalkan jejak yang abadi, salah satu jalannya adalah dengan menulis atau meninggalkan karya yang dapat dikenang.
“Jika kita ingin abadi, maka manusia harus menulis atau ditulis,” ungkap K.H. Samson Rahman.
Suasana workshop semakin hidup ketika Gol A Gong berbagi pengalaman dan motivasi kepada para siswa. Penulis dan pegiat literasi tersebut mengajak siswa untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita, termasuk ketika menghadapi keterbatasan.
Salah satu pesan Gol A Gong yang sangat membekas bagi para siswa adalah:
Saya boleh kehilangan tangan, tetapi tidak boleh kehilangan cita-cita.
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi siswa bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berkarya.
Tidak hanya mendapatkan materi, para siswa juga *langsung mempraktikkan kegiatan menulis. Mereka diajak membuat puisi dan cerpen dengan bimbingan serta arahan dalam suasana yang menyenangkan. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mulai menuangkan ide, pengalaman, dan imajinasi ke dalam tulisan masing-masing.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Tias Tatanka, penulis novel Negeri Permen, yang turut memberikan pengalaman dan inspirasi kepada siswa tentang dunia kepenulisan dan kreativitas.
Komitmen SDT Al Qudwah terhadap pengembangan literasi sebenarnya telah berlangsung cukup panjang. Sejak 2017 hingga sekarang, setidaknya sudah ada 10 buku karya siswa yang berhasil diterbitkan oleh sekolah dalam bentuk antologi karya sastra.
Ketua panitia sekaligus penanggung jawab literasi SDT Al Qudwah, Aos Mutaqin, S.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan workshop ini diharapkan semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Semoga SDT Al Qudwah bisa terus konsisten menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan literasi siswanya. Sejak tahun 2017 sampai sekarang, setidaknya sudah ada 10 buku karya siswa yang berhasil diterbitkan oleh sekolah dalam bentuk antologi karya sastra. Semoga proses pembuatan buku karya siswa dan guru tahun ini juga berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan literasi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop. Lebih dari itu, sekolah berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk membangun kebiasaan membaca, menulis, berpikir kreatif, dan menghasilkan karya.
Melalui kegiatan ini, SDT Al Qudwah berharap semakin banyak siswa yang berani menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, budaya literasi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan siswa di sekolah maupun di luar sekolah.
Komentar
Belum ada komentar.