Anugerah Guru SMA Terpadu Al Qudwah

Sebagai salah satu wujud terima kasih kita kepada guru, dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2020, SMA Terpadu Al Qudwah memilih beberapa guru yang telah berkiprah baik selama pandemi.

Ada beberapa apresiasi kepada guru untuk kategori :

1. Guru Terkreatif dalam pembelajaran
2. Guru Terdisiplin dalam pembelajaran
3. Guru Paling Bersahabat
4. Guru Terfavorit.

Dan hasilnya adalah:

1. Pak Supadilah sebagai Guru Terkreatif dalam pembelajaran
2. Bu Ovi Nurna Oktaviasebagai Guru Terdisiplin dalam pembelajaran
3. Pak Kusnadi sebagai Guru Paling Bersahabat
4. Pak Ahmad Rohili sebagai Guru Terfavorit.

Juara 1 Lomba Puisi Tingkat Nasional

Siswa SMA Terpadu Al Qudwah berhasil meraih prestasi tingkat nasional. Kali ini di bidang lomba cipta puisi. Adalah Nurhayatus Syifa Qolbiyah, Siswa kelas XII SMA Terpadu Al Qudwah yang berhasil meraih juara 1 lomba cipta puisi yang diadakan oleh Penerbit Emir PT Erlangga.

Pengumuman ini disampaikan oleh PT Erlangga lewat website-nya.

Assalamu'alaykum WR. WB. Setelah sekian bulan berkompetisi akhirnya sampai juga kita pada PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS PUISI ISLAMI.

Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti event lomba ini.
Sebagai informasi, lomba ini diikuti oleh 523 peserta dari berbagai dareah dan latar belakang.

Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang. Yaitu:

1. NURHAYATUS SYIFA QOLBIYAH @syifa.qolbia
2. AHMAD SHOLAHUDDIN @a.sholahuddin
3. ADIBA HASNA RAMADHANI @adibaramadhani

Puisi-puisi yang terpilih telah mendapatkan penilaian objektif dari para dewan juri dan tidak ada tekanan/intervensi dari pihak mana pun. Keputusan ini bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu-gugat.

Kami juga mengucapkan mohon maaf yang sedalam-dalamnya bagi para peserta yang belum berkesempatan terpilih dalam lomba ini. Harus kami akui bahwa semua puisi yang masuk sangat bagus, namun, para juri harus memilih beberapa dari ratusan puisi yang dikirim.

Harapan kami event lomba ini menjadi ajang penggalian dan mengasah bakat. Jangan menyerah, terus berkarya. Sekali lagi, selamat kepada para pemenang. Sampai jumpa di event kami selanjutnya. Wassalamu 'alaykum WR. WB.

Para pemenang akan dihubungi via DM oleh tim Emir.

Selamat ya. Semoga terus berprestasi di masa akan datang. Aamiin

Siswa SMA Terpadu Al Juara Fotografi tingkat Nasional

Hobi jadi prestasi. Itulah yang dialami oleh Aisya Latifadinar. Siswa kelas XI SMA Terpadu Al Qudwah. 

Sudah menyenangi dunia fotografi sejak lama. Ketika ada lomba fotografi yang diadakan oleh Republika, dia ikut. 

Lomba Pamer Kuy atau Pakai Masker Kuy yang diadakan oleh Republika Online dalam rangka ulang tahun ke-24. Pengumuman dilakukan pada 5 Oktober 2020.


Hasilnya, karyanya masuk pada 25 besar karya terpilih. Padahal, peserta yang ikut cukup banyak. Panitia melapor ada 700-an karya.

"Awalnya kaya nyari objek gitu sama ibu, terus ibu ngeliat bapak yang di foto itu akhirnya kita samperin. Terus izin ngambil foto sama nanya nanya gitu."

"Nggak nyangka juga bisa menang. Tapi rasanya senang juga bisa menang."

Dalam masa pandemi akibat Covid-19, pengumuman dilakukan secara daring.

Memperjuangkan Pendidikan Demi Kelestarian Suku Pedalaman

 

 Nurhayatus Syifa Qolbiyah, siswa Kelas XII SMA Terpadu Al-Qudwah. 

Tidak ada listrik di tempatnya. Begitu pun dengan sinyal. Suasana tradisional terasa sangat kental. Rumah panggung berjajar berdampingan dengan lumbung padi yang khas. Udara terasa begitu segar saat dihirup. Tak ada udara yang kotor terpapar polusi. Tak ada air sungai yang keruh karena tercemar. Kehidupan masyarakat setempat yang selaras dengan alam menjadikan kekayaan alam desa ini lestari. Kegiatan sehari-hari pun masih sangat tradisional.

Namanya Marno. Salah satu warga Suku Baduy. Suku Baduy atau Orang Kanekes adalah masyarakat asli di sebuah wilayah di Kabupaten Lebak. Suku Baduy dikenal sebagai suku yang menjalani kehidupan dengan sederhana. Mereka menggenggam erat tradisi yang telah diwariskan turun temurun. Mereka menutup diri dari modernitas dunia yang kian berkembang.

Namun, Marno punya pemikiran berbeda. Dia menganggap pendidikan melalui sekolah adalah hal yang penting. Makanya, dia terus menempuh pendidikan. Saat ini dia tengah berjuang mengenyam pendidikan formal di luar desa.

Hal yang membuatnya termotivasi untuk mengenyam pendidikan yaitu karena keyakinannya akan peran pendidikan terhadap kelestarian adat. Menurutnya di era globalisasi ini Suku Baduy pun membutuhkan sosok yang berpendidikan.

Walaupun aturan adat melarang masyarakat untuk bersekolah, namun dengan kondisi zaman yang semakin maju masyarakat Suku Baduy perlu memiliki bekal pendidikan agar mampu bertahan.

“Mempertahankan adat harus dengan ilmu. Adat memang tidak membuat kita bodoh. Namun, di era globalisasi seperti sekarang ini, jika kita tidak bersekolah, kita akan tertinggal.” ujarnya.

Dan Marno kini tengah duduk di bangku kelas XII di SMA Negeri 1 Rangkasbitung. Untuk sekolah hingga bangku SMA, banyak tantangan dan perjuangan yang dihadapinya.

Akan tetapi, karena dorongan dari orang tua yang membuatnya terus bersemangat hingga sekarang. Sejak ia kecil, orang tuanya yang aktif di dunia pendidikan nonformal. Sering mengumpulkan anak-anak sekitar untuk belajar membaca dan menulis  di rumah.

Motivasi Berprestasi

Memasuki usia Sekolah Dasar, Marno menempuh pendidikan di PKBM Kencana Ungu, Leuwidamar. Usai merampungkan Sekolah Dasar, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 4 Kalanganyar. Ia aktif mengikuti organisasi di sekolah.

Di sekolah dia selalu berusaha menjadi yang terbaik. Dia memotivasi diri agar terus berprestasi. Dengan semangat itulah, saat SMP, ia diberikan kepercayaan untuk menjadi ketua OSIS. Malahan, di SMA dia merupakan ketua Paskibraka. Di samping itu, dia termasuk pengurus OSIS juga. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Mungkin tidak akan diraihnya jika dia tidak bersekolah.

Marno sang ketua Paskibraka

Perjuangan Terberat

Di balik prestasinya itu semua, perjuangan yang ia tempuh tak selalu berjalan mulus. Terkadang ia berhadapan dengan situasi yang cukup sulit. Dengan adanya aturan adat yang melarang masyarakat setempat untuk bersekolah, Marno harus menyembunyikan hal itu dari masyarakat. Hanya segelintir orang yang mengetahui bahwa dirinya bersekolah. Itu pun hanya tetangga. Mereka yang mengetahui hal itu tidak begitu mempermasalahkan.

Namun, suatu ketika saat Marno duduk di kelas IX, ada warga yang melaporkannya ke Ketua Suku atau yang biasa disebut Pu’un. Padahal saat itu Marno akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dalam waktu dekat. Kejadian itu tentu saja membuatnya resah. Ia pun sempat terpuruk.

Namun, ada motivasi dari guru yang membuatnya kembali bangkit. “Marno, apapun kondisinya kamu harus tetap semangat,” demikian pesan Pak Cep Cucu, guru bahasa Indonesia Marno.

Ia pun terpaksa menjelaskan kepada warga bahwa dirinya bekerja di Rangkasbitung, bukan bersekolah.

Marno kembali melanjutkan perjuangannya. Merajut mimpi yang telah ia bangun sedari kecil. Ia tidak memimpikan profesi-profesi bergengsi seperti yang diinginkan banyak orang. Ia ingin menjadi seseorang yang membuka pandangan suku Baduy terhadap sekolah dan menginspirasi generasi muda di sana agar mengikuti jejaknya. Karena baginya pendidikan sangatlah penting bagi kelestarian adat di era modern ini.

Jika melihat kondisi yang terjadi, saat ini kebudayaan Baduy sudah terpengaruh budaya luar. Teknologi yang masuk semakin banyak, namun, masyarakat tidak mengetahui cara penggunaan yang tepat dan bijak. Akhirnya, pengaruh negatiflah yang lebih banyak diserap. Misalnya saja, anak-anak usia lima tahun sudah ada yang bermain ponsel. Menonton video offline, bermain game offline dan sebagainya. Hal semacam itulah yang akan menggerus kebudayaan baduy sedikit demi sedikit.

Padahal, jika masyarakat terutama generasi muda mengenyam pendidikan, maka kemungkinan buruk tersebut dapat ditekan. Dengan pendidikan masyarakat dapat memahami kemajuan zaman sebagai bekal agar kebudayaan dapat terus bertahan. Berbekal semangat yang tinggi, Marno berusaha untuk mewujudkan hal itu.

Ayah Sang Inspirasi

Ketika ditanya perihal tokoh inspiratif, Marno mengatakan ayahnyalah yang membuatnya terinspirasi selama ini. Ia sangat kagum terhadap pemikiran ayahnya. Apalagi semangatnya yang sejak muda ingin memberantas buta huruf di Baduy. Karena itulah ia bertekad untuk meneruskan perjuangan ayahnya.

Meskipun jalan yang dilaluinya tak mudah, namun ia tak pernah putus asa.  Ia yakin kegigihannya akan membuahkan hasil suatu saat nanti. Menjadikannya seseorang yang memberi pengaruh positif terhadap kelestarian adat suku Baduy, serta menyadarkan masyarakat bahwa pendidikan bukan semata-mata untuk mengikuti kemajuan zaman apalagi sebatas formalitas mengikuti aturan negara, tetapi untuk meningkatkan kualitas diri dan mempertahankan eksistensi tradisi.

Perjuangan Marno memang masih panjang. Namun, dengan apa yang sudah dilakukannya, Marno memang layak menjadi inspirasi. ***

 

 

 

SMA Terpadu Al-Qudwah Giat Produksi Video Untuk Pembelajaran

Tahun ajaran baru sebentar lagi di mulai. Pembelajaran direncanakan akan tetap dilaksanakan secara daring. Salah satu sarana yang dipakai untuk pembelajaran ini adalah menyiapkan video pembelajaran.

Untuk itu, SMA Al Qudwah mengadakan pelatihan pembuatan video pembelajaran yang diadakan pada Jumat (10/7) di aula sekolah.

Sekolah yang beralamat di jl Maulana Hasanuddin Kp Cempa Ds Cilangkap Kecamatan Kalanganyar kab Lebak ini memang masih berada di zona yang tidak melakukan pembelajaran tatap muka.

"Makanya, kami menyiapkan video pembelajaran" ujar Pak Padil, selaku instruktur dalam pelatihan ini. Pak Padil terhitung guru SMA Terpadu Al Qudwah juga.

Kegiatan ini di hadiri guru dan wali kelas, peserta yang hadir dalam kegiatan ini sangat antusias.

Mereka antusias pula mencoba setiap fitur pada aplikasi pembuat video.

Pembelajaran jarak jauh mesti disiasati dengan berbagai strategi. Termasuk memilih media pembelajaran yang variatif agar tidak bosan.

 

Keseruan HGN di SMA Terpadu Al-Qudwah

Seperti biasa, pada 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Momen itu juga tak mau dilewatkan oleh siswa SMA Terpadu Al Qudwah. Sebab, ini kesempatan untuk menguatkan cinta dan hormat pada guru.

Nah, di HGN ini, siswa Al Qudwah punya banyak kegiatan. Beberapa hal mirip dengan tahun sebelumnya, tapi banyak juga yang baru.

Misalnya, yang mirip dengan peringatan HGN sebelumnya yaitu ruang guru dikunci. Guru tidak dibolehkan masuk ke ruang guru. Baik ruangan guru putra yang di lantai atas maupun ruang guru putri yang di lantai bawah. Mengacu ke perayaan sebelumnya, pastilah ruangan itu disulap sedemikian rupa. pastilah ada balon, kertas warna, dll.

Yang baru nih, acara di aula. Sebelumya, di beranda sekolah. Selain tempatnya yang berbeda, acaranya juga berbeda.

Ada sambutan dari guru. Lalu pesan dan kesan dari kelas X, XI dan XII. Fadlah mewakili kelas X, Nurhayatus Syifa kelas X, dan Anugrah Fajar Alfarobi dari kelas XII. Beda-beda cara penyampaian mereka. Ada yang mirip ceramah, ngobrol, dan orasi. Iya, orasi. Bahkan kelas XII menyampaikan pula isi pidato fenomenal-nya Mendikbud Nadiem Makarim.

Sambil menyantap makanan yang dihidangkan, guru sangat menikmati acaranya. Ada pembacaan puisi, pemberian hadiah, tes pengenalan, true and dare, menyanyikan hymne guru, dan lain-lain.

Siswa pun mengadakan pemilihan guru terbaik. Ada tiga kategori yaitu guru tertegas, terdisiplin, dan guru terasyik. Yang terpilih adalah Bu Restu Handayani, Pak Supadilah, dan Pak Fajar.

Setelah acara di aula selesai, guru pun dibolehkan masuk ke ruang guru. Benar saja. Ruangan yang didekorasi sedemikian rupa membuat ruang guru menjadi lebih semarak dan berwarna. Tidak itu saja, di meja guru terletak kado yang disiapkan oleh siswa.

HGN menjadi penguat hubungan antara siswa dan guru. Semoga pemaknaan HGN bisa menjadikan siswa dan guru saling menyayangi dan menghargai. Kondisi yang saat ini sering kali hilang dalam dunia pendidikan.

 

Download Aplikasi

ElearningQu
Belajar jadi lebih mudah!

1

Download Aplikasi ElearningQu

Download aplikasi ElearningQu melalui Play Store.

2

Belajar Jadi Lebih Mudah

Gunakan aplikasi ElearningQu untuk pembelajaran online di lingkungan Sekolah Terpadu Al-Qudwah

Berlangganan Berita di AlQudwah.Id

Jika Anda ingin berlangganan berita dari website AlQudwah.Id, silahkan isikan alamat email anda. Kami akan menginformasikan saat ada berita terbaru.

Alamat Email Anda