Lingkungan hijau dan pengelolaan sampah di SMP Terpadu Al Qudwah Lebak menarik perhatian tamu mancanegara.
Perusahaan 7WR Enviro asal Spanyol mengunjungi sekolah tersebut untuk melihat langsung lingkungan sekolah sekaligus meninjau pengelolaan sampah yang dikembangkan Al Qudwah.
Kunjungan tersebut turut didampingi perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam kunjungan itu adalah Program Sampah Berlian, program yang dikembangkan SMP Terpadu Al Qudwah sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan internal sekolah, tetapi dapat dikembangkan melalui sinergi dengan berbagai pihak sehingga edukasi pengolahan sampah dan pelestarian lingkungan dapat berjalan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Kepala SMP Terpadu Al Qudwah Lebak, Ahmad Khosii, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang lingkungan dan pendidikan.
“Program Sampah Berlian yang menjadi program Al Qudwah diharapkan dapat bersinergi, sehingga edukasi pengolahan sampah dan pelestarian lingkungan dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ahmad Khosii kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).
Menurut Khosii, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku dan kebiasaan warga sekolah.
Karena itu, edukasi mengenai sampah dan lingkungan perlu dilakukan secara terus-menerus agar siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mrs. Paula dari Spanyol dan Mr. Asraf dari India turut menyampaikan kekaguman terhadap kondisi lingkungan SMP Terpadu Al Qudwah.
Lingkungan sekolah yang luas dan hijau menjadi salah satu hal yang menarik perhatian mereka.
Kesan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan untuk melihat bagaimana lingkungan sekolah dapat dipadukan dengan proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa.
Kehadiran perusahaan dari Spanyol tersebut juga membuka peluang terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait edukasi pengolahan sampah di lingkungan pendidikan.
Bagi Al Qudwah, persoalan sampah menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Siswa tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai.
Melalui Program Sampah Berlian, sekolah berupaya membangun kebiasaan memilah, mengelola, dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Sinergi dengan pemerintah daerah maupun pihak lain diharapkan dapat memperkuat program tersebut.
Sekolah tidak hanya menghasilkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kunjungan tamu mancanegara ke Al Qudwah menjadi sinyal bahwa praktik pendidikan lingkungan di sekolah dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas.
Dari lingkungan sekolah yang hijau, edukasi tentang sampah diharapkan tidak berhenti di pagar sekolah, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang dibawa siswa ke rumah dan lingkungan masyarakat.
Komentar
Belum ada komentar.