Qudwah Care, Sedekah Jumat bagikan paket nasi sasar para dhuafa.

0
52
Aksi tim Qudwah Care, pembagian paket Nasi

 

Sedekah itu sederhana. Sedekah itu tak melulu dalam bentuk harta. Tetapi mencakup amal atau perbuatan baik kepada orang lain. Kamu senyum kepada orang lain saat berpapasan di jalan saja itu sudah sedekah. Memberikan senyuman kepada sesama termasuk sedekah yang tercantum dalam hadis HR. Tirmidzi dan Abu Dzar.

Sedekah berasal dari bahasa Arab, yakni shadaqoh. Sedekah memiliki arti memberikan sesuatu kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan jumlah dan batas waktu tertentu. Dapat dikatakan sedekah adalah amalan baik yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Sejalan dengan itu tak dipungkiri bila ada sebuah ungkapan tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah dan berlomba-lombalah dalam bersedekah. Kalimat tersebut merupakan motivasi untuk manusia, khususnya umat Islam selalu berbagi dalam keadaan suka maupun duka.

“Kegiatan sedekah jumat berkah dimulai jumat kemarin, dengan sasaran para pekerja yang ada di jantung kota Rangkasbitung, seperti pemulung, abang becak, sopir angkot, dan ojeg, ,” kata Haerudin Ketua Program Qudwahcare di Lebak, Selasa (18/08/2020).

Dijelaskannya, program sedekah Jumat berkah digagas untuk meringankan beban pahlawan keluarga di saat Covid 19, minimal mereka bisa menghemat uang untuk di bawa pulang.

“Program Sedekah Jumat dihimpun dari donasi para donatur yang mengamanahkan kepada Qudwah Care,” ujar Haerudin.

Ia menambahkan, untuk masyarakat yang mau mendonasikan sedekah Jumat berkah, pihaknya menyediakan layanan jemput dengan menghubungi 081912337388 atau bisa mentrasfer ke Rekening Bank Mandiri Syariah 7142 7142 77.

“Dengan sedekah Rp 10 ribu kita bisa membantu pahlawan keluarga yang sedang mencari nafkah untuk keluarga di saat Covid 19 ini,” imbuhnya.

Sementara Mail salah seorang pengayuh becak Rangkasbitung menuturkan, ia merasa terbantu dengan adanya program sedekah Jumat berkah, di saat Covid 19, dirinya mengaku baru dua tarikan menarik penumpang dengan upah 20 ribu.

“Disaat pandemi COVID 19, penumpang sepi, paling bantar penghasil Rp 40 ribu itupun sampai malam,” keluhnya.

Dia, berharap pandemi Covid 19, segera berlalu, perekonomian segera pulih kembali.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here