Big Show, Farewell Night And Convocation Student Of Al-Qudwah Boarding School 2018

0
390

 

Oleh: Ivan Said Afandi

Malam sabtu dan malam minggu tanggal 4-5 Mei 2018 M, menjadi malam yang paling ditunggu oleh santriwan dan santriwati serta keluarga besar Al-Qudwah Boaring School. Malam tersebut menjadi malam spektakuler dan mendebarkan, karena dikedua malam tersebut, adalah malam bersejarah untuk santri akhir yang akan melanjutkan studinya. Malam itu adalah malam pagelaran panggung gembira Big Show dan Farewell Night And Convocation Student Of Al-Qudwah Bording School 2018.  santriwan dan santriwati yang berjumlah 23 orang ini, terdiri dari 7 santriwan dan 16 santriwati Al-Qudwah Boarding School, dimalam tersebut melaksanakan perpisahan dengan khidmah dan penuh keharuan. Rangkaian acara perpisahan ini berlangsung dua malam berturut-turut.

Panggung gembira Big Show kolaborasi antara kelas 3 (sebutan untuk kelas IX SMPT Al-Qudwah Boarding School) dan kelas 6 (sebutan untuk kelas XII Al-Qudwah boarding School) yang berlangsung pada malam pertama yaitu Jumat malam tanggal 18 Sya’ban 1439 H, bertepatan dengan 4 Mei 2018 M. Kolaborasi ini dimaksudkan agar kelas 3 dan kelas 6 mementaskan aksi terakhir mereka  dihadapan seluruh asatidzah dan adik-adik mereka.

Persiapan yang mereka lakukan sangat tidak mudah, karena persiapan aksi besar ini, berbarengan dengan jadwal USBN dan UNBK di SMPT dan SMAT Al-Qudwah, selain itu juga berbarengan dengan ujian akhir Al-Qudwah Boarding School. Tidak mudah mengatur jadwal belajar dan jadwal persiapan serta latihan secara bersamaan. Dipekan terakhir menjelang Big Show, hampir satu pekan penuh mereka terpaksa kurang istirahat demi mensukseskan agenda besar ini. dari mulai persiapan panggung gembira sampai persiapan konten acara, mereka atur dengan sedemikian apik demi menyuguhkan persembahan terbaik. Ditengah kesibukan persiapan acara besar tersebut KH. Samson Rahan, MA. selaku pimpinan pondok, selalu mewanti-wanti agar kegiatan ini tidak melalaikan mereka akan kewajiban utama sebagai seorang muslim. Termasuk melaksanakan shalat berjamaah.

Dalam acara yang diselenggarakan dilapangan terbuka ini, mereka menumpahkan seluruh kreasi yang membuat hadirin terpukau.  Acara dimulai dengan grand opening atraksi api yang menampilkan tapak suci dan permainan tongkat api. Aksi ini dilakukan oleh kelas VII dan kelas VIII,  Acara demi acara mengalir deras tak terbendung. Menunjukan betapa kreatif dan cerdasnya santri Al-Qudwah Boarding School. Padahal pada hari sebelumnya, Cuaca cukup mengkhawatirkan. Dua hari berturut-turut curah hujan sangat deras. Aktifitas menyelesaikan panggung gembira sempat tertunda. Bahkan dikhawatirkan ketika acara berlangsung terjadi hujan deras yang membuat kegiatan tersebut terpaksa berhenti. Namun Alhamdulillah kekhawatiran tersebut tidak terjadi. Banyak gelak tawa dan tangis haru yang menghiasi acara malam tersebut. Mereka dengan tulus mempersembahakan acara tersebut kepada hadirin. Dari mulai Puisi Perpisahan, Cerita berantai, Marawis, Penampilan Slide Show, sampai penampilan nasyid yang memukau.

Acara dimalam ke dua lebih sakral dan resmi, mengingat malam tersebut akan ditetapkan dan diputuskan kelulusan santri kelas 6 Al-Qudwah Boarding School.  Acara dengan judul  Farewell Night and Convocation Student of Alqudwah Bording School ini, berlangsung pada tanggal 19 Sya’ban 1439 H, bertepatan dengan 5 Mei 2018 M. Acara ini di konsep dengan sedemikian elegan untuk menghadirkan suasana sakral dan resmi, dekorasi panggung dan tata letak tempat dirancang dengan sedemikian rapi agar kesan khidmat terkondisikan.

Berbeda dengan hari pertama, Persiapan acara yang diselenggarakan di Aula Granada ini, dilakukan oleh panitia organisasi santri ISMA (Ikatan Santri Mahad Al-Qudwah) dan ISTIMA (Ikatan Santriwati Mahad Al-Qudwah). Mereka juga tak kalah semangat memfasilitasi kakak-kakaknya yang hendak meninggalkan Al-Qudwah Boarding School. Semua persiapan dilakukan dengan serius dan penuh tanggung jawab, semua seksi penanggung jawab bekerja dengan cepat mengkordinir anggotanya.

Adapun agenda dalam acara tersebut diantaranya, parade Hadist, prosesi wisuda dan pelepasan santri kelas 6, serta khutbatul wada’ dari pimpinan pondok. Acara parade hadist sangat mendebarkan bagi wisudawan dan wisudawati, karena mereka harus menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh orang tua mereka dengan tepat dan benar. Parade ini dibagi kedalam dua sesi, sesi pertama pertanyaan di batasi kepada lima penanya saja. Sementara sesi yang ke dua santri yang mampu menjawab akan  diberikan haiah uang tunai. Banyak orang tua yang terpancing untuk bertanya dan berharap putranyalah yang menjawab pertanyaan tersebut.

Sebelum masuk ke prosesi wisuda, siswa yang berprestasi diberikan penghargaan hadiah berupa parsel yang berisi buku hasil terjemaahan KH. Samson Rahman, MA.  ada tiga siswa yang meraih predikat tiga terbaik, Bayu Muna Nabilah sebagai juara Terbaik pertama, Siti Nurma Ayu sebagai juara terbaik ke dua, dan Fahris Romdhoni sebagai juara terbaik ke tiga. Kemudian tiga orang perwakilan dari santri akhir menyampaikan selarik puisi cinta karya KH. Samson Rahman,MA. yang di persembahkan kepada guru yang membimbing mereka serta orang tua yang menitipkan putra-putrinya mondok di Al-Qudwah boarding School. Suasana haru tiba-tiba menyelimuti hati seluruh hadirin, mereka para wisudawan  secara mengejutkan memberikan setangkai bunga kepada orang tua dan guru-guru. Ada air mata haru yang menyelimuti malam perpisahan tersebut.

Prosesi wisuda dimulai, setelah di bacakan Surat keputusan, disebutkan satu persatu nama-nama wisudawan beserta perolehan nilai capaian akhir mereka, serta predikat nilai yang mereka dapatkan. Penyematan Selempang wisuda, dan peberian selongsong serta map dilakukan oleh Pendiri yayasan Ust. H. Nurjaya, M.Pd. Ketua yayasan KH. ‘Ala Rotbi, Lc., dan pimpinan Pesantren KH. Samson Rahman, MA. kemudian seluruh wisudawan berfoto bersama dengan tokoh-tokoh tersebut. Acara dilanjutkan dengan ikrar santri Al-Qudwah Boarding School, yang di pimpin langsung oleh mudir Pesantren.

Acara penutup dari rangkaian acara malam tersebut adalah Khutbatul wada’ yang disampaikan oleh pimpinan pesantren Al-Qudwah Boarding School, Banyak hal yang di sapaikan KH. Samson Rahman, MA. dalam acara tersebut, termasuk perasaan beliau antara haru bahagia dan sedih, ketika harus berpisah dengan kelas 6 angkatan ke 5 ini. Beliau menyampaikan harapan dan doa untuk putra-putrinya kelas 6 agar dimasa yang akan datang mampu menjadi pemimpin masa depan. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Qudwah Boarding School adalah ma’hadul Akhlaq, yang cita-cita terbesarnya mendidik putra-putri bangsa yang berakhlaqul karimah. Beliau juga menyampaikan agar santri dan orang tua tidak memutuskan silaturahmi yang telah terjalin.

Malam tersebut menjadi malam terakhir mereka sebagai santri Al-Qudwah Boarding School. Predikat santri mungkin saja tidak lagi mereka sandang. Namun akhlak santri akan selalu bersemayam dalam hati mereka yang mau mengikuti proses tarbiyah yang dilaksanakan di pesantren. Kini tidak ada lagi yang akan mengarahkan mereka untuk sholat tepat waktu dan serangkaian aturan yang sesekali membuat mereka merasa tidak memiliki kebebasan. Namun bagi santri yang menikmati proses tarbiyah ini, akan merasakan efek positif dari cara disiplin  hidup tersebut. Mereka akan terbiasa mandiri dan bertanggung jawab. Selamat Berjuang!!.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here