Alumni

  1. Faris Ibrahim, Alumni SMP-SMA Terpadu Al Qudwah 2016,  Mahasiswa Univ Al Azhar, Mesir

Al-Qudwah, madrasah dengan kurikulum tersistem sesuai dengan pendidikan yang rosulullah SAW alami. lebih dari sekedar sekolah ialah rumah, lebih dari sekedar wadah untuk mencetak negarawan namun ialah tanah yang melahirkan da’i-da’i yang akan berkhidmat untuk umat, jauh menembus batas territori dan membentang layaknya samudra itulah konsep berpikir luas yang dipelajari di sini. Pada akhirnya ialah mercusuar yang menuntun derap langkah berani para pelajarnya melawan arus hedonisasi dan bangkit dengan membawa lentera Islam sebagai solusi. Untuk negeri Al-Qudwah mengabdi dan untuk Islam ialah jawaban, hilangkan keraguan melangkah lah dengan pasti untuk sebuah kemungkinan di masa depan. Be brave!

2. Diki Darmawan, Alumni SMATA 2017, Mahasiswa di International Islamic University Of Malaysia

SMATA gives me more then i want, sekolah ini bukan hanya memberikan pengetahuan akademik, lebih dari itu, segi moral, kepemimpinan dan jiwa sosial yang tinggi.

And finally, i felt it. Merasakan apa yang diberikan SMATA berimbas pada aktivias yang saya rasakan. Bisa memimpin berbagai macam kegiatan, menjadi pemimpin suatu organisasi, mampu membantu masyarakat yang actually its realy hard to do and all of us don’t aware, mencintai sesama, saling mengapresisasi, dan berprestasi.

3. Fajar Achmad Syafarie, Alumni SMPT-SMAT Al-Qudwah 2014, Mahasiswa STEI SEBI Jakarta

Al-Qudwah adalah rumah kedua yang saya cintai, karena disanalah saya merasakan suasana seperti di rumah sendiri, seperti hangatnya komunikasi dan hubungan yang baik bersama guru dan teman, layaknya orang tua dan saudara. Al-Qudwah selalu memberi semangat dan motivasi pada murid-muridnya akan pentingnya kebaikan akhlaq dan menjadi orang-orang besar yang peduli terhadap sesama.

 

4. Salsabila Faadhilah, Alumni SMPT-SMAT Al-Qudwah2016, Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fak. Pertanian, Univ. Udayana

SMATA selalu menanamkan prinsip pada kami membaur tapi tak melebur, mewarnai bukan diwarnai, kelak menjadi bekal saat hidup di luar zona nyaman dan zona aman dimana syariah mungkin tidak dikenal

 

 

 

5. Alija M. Pranawa, Alumni SMPT-SMAT Al-Qudwah 2014, Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA, Fakultas Pendidikan Untirta

Dalam teori konvergensi sifat manusia dipengaruhi faktor genetika dan juga faktor lingkungan, dalam gen manusia selalu ada potensi yang besar, tapi mungkin tidak akan maksimal tanpa lingkungan yang baik. Al-Qudwah menurut saya adalah pilihan tepat untuk mengembangkan potensi diri, lingkungannya relijius serta banyak guru yang membimbing begitu luar biasa, yang selalu membantu mengeluarkan potensi setiap peserta didiknya

6. M. Fahri Ramanda, Alumni SMPT-SMAT Al-Qudwah 2015, Mahasiswa Jurusan Manajeman Untirta

Al-Qudwah itu bukan hanya sekedar sekolah biasa, disana saya banyak belajar mengenai kehidupan, cara berfikir kritis dan tentunya ilmu yang bermanfaat. Suasana sekolahnya pun tidak biasa, di sekolah ini suasana kekeluargaannya sangat terasa kental, guru layaknya sahabat, bahkan keluarga. Al-Qudwah merupakan pondasi awal bagi saya untuk melanjutkan estafet ke jenjang yang lebih tinggi

7. Syahdan Maulana, Alumni Al-Qudwah 2016, Owner Scarlette Tour and Travel

SMATA mengajarkan kami arti kemandirian dan kesederhanaan, dari kemandirian kita tahu bahwa hidup ini tidak selamanya bergantung kepada orang lain, dari kesederhanaan kita tahu bahwa jangan jadikan ia sebagai hanbatan untuk meraih kesuksesan, tapi jadikan ia sebagai tantangan yang harus dilalui.

8. Noval Fariz Mutaqien, Alumni SMP-SMA Al-Qudwah 2017, Kuliah di Universitas Udayana Bali jurusan Antropologi budaya

“Don’t judge book by the cover” ; Only half of year I can get everything what I need there. SMATA itu ibaratkan lemari narnia, terlihat kecil di luar. Tapi ketika kita masuk ke dalamnya kita akan melihat betapa luar biasanya sekolah itu dan kita akan akan mendapatkan petualangan yang luar biasa di dalamnya.

9. Tasya Mutiara Budianto, Alumni SMP-SMA Al-Qudwah 2017, Kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan IPS

“Begitu banyak hidup seseorang berubah lantaran sebuah pertemuan.” Begitu kata Andrea Hirata. Sepakat sekali. Alur cerita kehidupan saya berubah ketika menjadi bagian dari SMATA. Tepatnya berprogress menjadi lebih baik. Karena di SMATA saya dibimbing dan dibersamai dengan orang-orang hebat. Ayo menghebat bersama SMATA!

 

10. Kusuma Winda, Alumni SMP-SMA Terpadu Al-Qudwah 2016, Kuliah di Universitas Negeri Jakarta jurusan Sosiologi

SMA Terpadu Al-Qudwah ialah sekolah yang memberikan banyak bekal ilmu, attitude, akhlak, iman dan senantiasa memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bersemangat mengggapai cita-cita. Saya bersyukur dapat menuntut ilmu di SMATA karena berkat dukungan guru dan teman untuk tak pantang menyerah dalam mengekspresikan bakat dan potensi yang saya punya, memberikan dampak hingga saya mendapatkan apa yang saya mau yaitu menjadi salah satu mahasiswa sosiologi di universitas negeri jakarta.