Al-Qudwah Boarding School Menjadikan IBF 2018 Sebagai Agenda Rihlah Tarbawi-Ilmi

0
576

Oleh: Ivan Said Afandi

Jumat, 20 April 2018 adalah hari yang berbahagia bagi seluruh santri Al Qudwah Boarding School, karena hari tersebut adalah hari yang mereka tunggu-tunggu setelah dikabarkan dari satu bulan sebelumnya bahwa tanggal tersebut akan diadakan rihlah  tarbawi-ilmi.

Rihlah  tarbawi-ilmi adalah agenda tahunan bagi keluarga besar Al Qudwah Boarding School, dengan agenda utama menuju pameran buku terbesar di Asia Tenggara, Islamic Book Fair 2018, yang berlokasi di JCC, Senayan, Jakarta. Adapun tujuan dari agenda tersebut adalah, agar santri Al Qudwah yang dipersiapkan menjadi pribadi unggul dan religius ini, lebih mencintai ilmu dan haus akan pengetahuan. Mereka dikenalkan dengan dunia literasi agar terbiasa membaca dan menelaah buku. Seluruh santri Al Qudwah Boarding School yang ikut dalam acara tersebut, meskipun dalam jumlah yang banyak, tetap saja mereka hanya  bagian kecil pengunjung d antara ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan dari berbagai lembaga pendidikan. Banyak sekali pelajar dari sekolah islami dan pesantren-pesantren sekitar jabodetabek yang terlihat di hari tersebut, bahkan sebagian yang lain diluar wilayah jabodetabek, diantaranya Darul Quran, Al-Fityan, Ibnu Taimiyah, Ruhul Jadid, Ad-Dakwah, Makrifatussalam, dan   masih banyak yang lainnya yang berulang terdengar di sumber suara.

Acara tersebut di ikuti oleh puluhan penerbit tanah air yang berkonsentrasi pada penerbitan buku islami. Wajar saja jika banyak lembaga pendidikan Islam selain Al qudwah juga memilih acara IBF ini sebagai salah satu program tahunan mereka.

Pukul 06.00 seluruh santri berkumpul di depan gerbang Al Qudwah, disekitar bus yang berjumlah empat unit. Sebelum keberangkatan para santri berfoto bersama KH.Samson Rahman, MA. Selaku Pimpinan Al Qudwah Boarding School, dengan latar bus. Kali ini jasa travel yang digunakan oleh Al-Qudwah Boarding School adalah scarlate Travel, yang pemiliknya adalah Syahdan,  salah satu alumni Al Qudwah Boarding School  angkatan 2016.

Setiap bus memiliki Amir Safar yang diambil dari salah seorang guru pendamping,  yang tugas utamanya memimpin perjalanan, termasuk memimpin pembacaan do’a safar sebelum keberangkatan. Ada banyak kejadian menarik selama perjalanan. Salah satu kejadian menarik tersebut ada di bus nomor 2 yang amir safarnya adalah ustad Ivan Said Afandi. Selama perjalanan berbagai macam aktivitas Santri berhasil direkam oleh kamera.  salah satunya adalah seorang santriwati bernama Syifa Qolbi kelas IX menyetor cicilan 500 hafalan Haditsnya selama perjalanandalam bus. Hafalan ini juga bagian dari syarat kelulusan di Al Qudwah Boarding School. Sementara teman-temanya  yang lain ada yang sibuk tilawah, ada juga yang ngobrol bercengkrama dengan teman sebangkunya atau ada juga yang menikmati alunan Nasyid yang diputar oleh bus tersebut.

Bus sengaja diberhentikan sekitar 30 menit di rest area agar seluruh santri melaksanakan shalat duha terlebih dahulu, tepat pada pukul 09.00 seluruh santri telah tiba di lokasi. Namun ternyata lokasi tersebut masih belum  boleh dimasuki pengunjung. seluruh santri beserta pengunjung lain menunggu di teras JCC menanti pintu utama dibuka pukul 10.00.

Selain pameran buku, ada ragam acara yang bisa dipilih pengunjung sebagai edukasi atau sekedar hiburan. diantaranya talk show, bedah buku, dan penampilan musik. Untuk hari tersebut pada jam 10.00  di panggung utama akan diadakan  bedah buku penerbit  Republika, yang berjudul  “I am Sarahza” karangan penulis best seller Hanum Rais, salah satu anak dari Tokoh Reformasi. Amin Rais. buku tersebut bercerita tentang seorang anak yang dinantikan 11 tahun oleh sepasang suami istri, demikian berita yang disampaikan di pengumuman sumber suara.

Seluruh santri diberikan tugas untuk membeli buku-buku yang bernilai edukasi, dan setelah agenda rihlah tarbawi ini,  akan di adakan  evaluasi khusus yang langsung di lakukan oleh pimpinan pondok untuk membaca buku sampai tuntas, kemudian  membuat resensi dari buku tersebut dan membedahnya, kegiatan ini akan dilaksanakan selama libur UNBK Kelas IX.  Mereka juga diwajibkan untuk membeli Sirah Nabawiyah dan kamus tiga bahasa untuk menunjang kegiatan pondok.

Seusai berkeliling mencari buku yang mereka inginkan, akhirnya pada pukul 15.00 seluruh Santri kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Tua. ini adalah bagian dari rangkaian acara  rihlah tarbawi-ilmi. Pukul 16.00 seluruh santri tiba di Kota Tua, mereka sangat menikmati pemandangan eksotik di sana. selain itu, mereka juga bersepeda ria dan menghabiskan waktu sore di tempat tersebut. Tidak lupa, pembimbing mendokumentasikan momen kebersamaan tersebut dengan foto bersama. Waktu maghrib hampir tiba, akhirnya perjalanan dilanjutkan ke masjid Istiqlal untuk menunaikkan salat Magrib dan Isya. Tiba di istiqlal menjelang Isya pukul 18.30 akhirnya seluruh Santri melaksanakan salat berjamaah bersama para pendampingnya. Kemudian  istirahat sejenak menyegarkan badan yang sudah lelah melaksanakan aktivitas seharian. Pukul 20.00 perjalanan di lanjutkan menuju Rangkasbitung untuk kembali ke pesantren tercinta. Tidak banyak cerita saat perjalanan pulang karena seluruh santri tertidur pulas dalam bus. Hingga tiba kembali di pesantren pukul 23.00.

Alhamdulillah perjalanan berlangsung lancar tanpa ada kendala apapun. Dan seluruh santri berhasil mendapatkan buku yang mereka inginkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here