Renungan 3

Sumber : Google Image

Kepulangan Yang Dicitakan
(Renungan saat menyaksikan kematian)

Oleh : Abuya Obi

(يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ * ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً * فَادْخُلِي فِي عِبَادِي * وَادْخُلِي جَنَّتِي)
“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”. [Al-Fajr 27 – 30]

Itulah undangan kepulangan dari Alloh Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang beriman. Kepulangan yang dicitakan dari negeri rantau ke kampung halaman yang dirindukan. Panggilan pulang yang menyenangkan sehingga layak disambut dengan senyuman walau banyak yang harus ditinggalkan, walau harus diiringi banyak tangisan.
Kepulangan yang niscaya, tapi banyak orang lupa bahkan tak percaya. Sehingga Sang Pemilik kehidupan bertanya mengingatkan :
(كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ)
“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan (pulang)”.[Al-Baqarah 28]

Kepulangan yang tak bisa ditunda oleh harta bahkan tak bisa dihalangi keluarga, semua tampak tiada guna. Hanya do’a dan do’a, kemudian do’a.
(وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ * يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ * إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ)
“dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. [Surat Asy-Syu’ara 87- 89]

Kepulangan dengan membawa qolbin salim lah yang akan dijemput meriah oleh para malaikat rahmah. Apa itu qolbin dan bagaimanakah ?. Imam ath-Thobari menukil 3 pendapat tentang maksud qolbin salim (selamat dan bersihnya hati) : dari kemusyrikan, dosa kemaksiatan dan penyakit hati seperti hasud dan suka mengutuk.

Qolbin salim adalah hati yang selamat dari dua penyakit hati yang menjadi sumber kemaksiatan : penyakit syahwat dan penyakit syubhat.

Qolbin salim adalah hati yang bersih dari kotoran walau setitik, krn sang pemiliknya rajin membersihkan setiap saat. Ia rajin bertaubat, ia mudah meminta atau memberi ma’af sehingga noktah dosa, salah dan marah tak menyertai tidurnya.

Qolbin salim adalah hati yang kokoh dengan islam, iman dan ihsan. Qolbin salim adalah hati yang indah dihiasi tawakkal, tawadhu dan ma’rifah. Qolbin salim adalah hati yang muthmainnah, rodliyah dan mardhiyyah.

Qolbun salim adalah hati yang terjaga dalam fitrah sejak kelahirannya. Ia tidak terkotori oleh debu kehidupan, apalagi karat kemaksiatan. Maka hidup ini hendaklah difocuskan untuk menjaga kebeningan fitrah qolbu ini. Berbagai bentuk ibadah adalah upaya menghiasinya.

Karena itu, orang yang dipanggil pulang sebelum aqil baligh akan ditempatkan di surga-NYA. Bahkan ia akan menjadi tabungan (syafa’at) bagi kedua orangtuanya yang ikhlas saat Sang Pemilik mengambil titipannya itu.

Sedangkan yang berpulang setelah melewati akil baligh walau sehari, ia akan dihisab untuk diputuskan apakah ia akan menjadi penduduk surga atau neraka. Bahkan sebelum hari hisab tiba, ia akan ditempatkan di taman surga atau jurang neraka (raudhotun mi riyadhil jinan aw hufrotun min hufarin niron).

Duhai diri… Kau tak mungkin meminta seperti bayimu yang pulang dijemput Malaikat rahmah sebelum baligh dan menempati taman surga bersama Abul Anbiya Ibrahim AS.

Duhai diri… Kau sudah tak sanggup menghitung detik usia baligh yang harus kau pertanggungjawabkan saat kepulanganmu. Dosamu sudah menggunung yang terus bertambah mengotori qolbumu.

Duhai diri… Jangan lengah, Malaikat Roqib-Atid tertib mencatat amalmu maka arahkan hidupmu pada catatan amal itu. Malakulmaut akan datang sesuai ajalmu yang sudah tentu, fokuskan hidupmu pada kebersihan qolbu. Agar kau layak mendapat undangan ya ayyatuhannafsul muthmainnah.