Renungan 1

Sholat itu Isro Mi’roj Orang Beriman

(Renungan peringatan isro-mi’roj 1438 H)

Oleh :

Abuya A’la Rotbi

(Ketua Yayasan Islam Qudwatul Ummah)

 

Isro – Mi’roj adalah tamasya Nabi Muhammad SAW di suatu malam dari Masjidil Harom Mekah ke Masjidil Aqsho Palestina, dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha dan menghadap atau berdialog langsung kepada Alloh SWT. Peristiwa ini adalah mukjizat yang menghibur Nabi di tahun duka (huzni), karena di tahun ini beliau ditinggal wafat istri yg dicintanya dan paman yg membelanya. Perjalanan ini disebutkan Alloh dalam QS ; al-Isro : 1. Sebelum perjalanannya menemui Sang Penguasa Alam Semesta, Malaikat membelah dadanya dan mengambil kalbunya untuk disucikan dengan zamzam dan dihiasi dengan cahaya iman, ma’rifah, kesabaran dan kelembutan.

Oleh-oleh tamasya Rosulullah ini adalah sholat lima waktu dalam sehari semalam. Semua orang beriman wajib melaksanakannya dengan baik dan benar, sebagai bentuk perjalanan isro – mi’roj dari kita kepada Alloh. Nabi bersabda :

الصلاة معراج المؤمنين
(Sholat itu mi’rojnya orang-orang beriman)
Sebelum memulai perjalanan sholat menuju Alloh, kita wajib berwudhu untuk mensucikan jiwa dari kotoran atau karat dosa yang dilakukan anggota-anggota tubuh kita. Hal ini dengan cara membasuh atau mengusap anggota-anggota tubuh yang biasa dalam berwudhu.

Setelah bersuci, mulailah kita isro yaitu perjalanan dari rumah (tempat wudhu) menuju masjid (sajadah). Raga kita di atas sajadah, tapi start dari situ ruh kita menuju Alloh SWT dan berdialog dengan-NYA dengan penuh cinta, harap dan takut. Rosululloh bersabda :
انما المصلي مناج ربه
“Sesungguhnya orang sholat itu sedang munajat (ngobrol) dengan Tuhannya”.

Rasa seperti inilah yang membantu kita Sholat dengan khusyu’. Alloh berfirman :
(وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ * الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ)
[Surat Al-Baqarah 45 – 46] Artinya : “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.

Oleh karena sholat adalah tamasya menemui Sang Maha Kaya dan Maha Kuasa, maka kita harus gembira saat mendengar ajakan sholat (adzan), harus bahagia saat melaksanakannya dan berbagi oleh-oleh setelah kepulangannya.

Amalan penutup sholat adalah baca salam sambil nengok ke kiri dan kanan. Inilah oleh-oleh picnik sholat kita, Salam – Rahmat – Berkah, yang artinya : kita berjanji kepada Alloh di ujung obrolan dengan-NYA, bahwa setelah selesai sholat kita segera bergerak menyelamatkan diri dan orang lain, berbagi rahmat Alloh untuk kebahagian bersama dan berharap agar berkahan-Nya menyertai kita hingga akhirat.

Oleh karena itu, Alloh menjanjikan orang yang sholatnya baik dan benar tidak akan berbuat jahat, tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar ajaran Islam atau tata aturan hidup bersama. Sebagaimana dalam firman Alloh :
(… وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ …)
[Surat Al-Ankabut 45] Artinya : “… dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar…. “.

Alloh SWT juga menjanjikan ketenangan hidup kepada orang yang selalu sholat lima waktu. Bahkan ketinggian derajat bagi yang melaksanakan perjalanan sholat sunnah di waktu khusus saat kebanyakan orang terlelap tidur, yaitu sholat tahajjud. Dan Rosulullah menjanjikan kemudahan rizki di dunia bagi orang yang di sela-sela waktu mencari nafkah, ia menghadap Alloh dengan melaksanakan sholat duha. Kepada yang sedang bingung memilih, dianjurkan meminta dipilihkan yang terbaik kepada Alloh dengan sholat istikhoroh. Masyarakat yang sedang membutuhkan hujan diperintahkan untuk bersama-sama menghadap Alloh dengan sholat istisqo. Dan masih banyak lagi sholat sunnah lainnya.

Semoga bermanfaat.